Mengenal Kredit Pemilikan Rumah (KPR): Jenis Jenis, Manfaat, dan Syaratnya

pengertian kredit pemilikan rumah

King 789 – Kredit pemilikan rumah atau yang biasa dikenal dengan nama KPR, merupakan salah satu solusi bagi anda yang ingin membeli rumah namun belum mempunyai dana yang cukup.

Pasalnya harga properti sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan, sehingga KPR ini dapat mempermudah masyarakat.

Lebih jelasnya mengenai pengertian KPR, simak ulasan berikut.

Pengertian Kredit Pemilikan Rumah

KPR merupakan produk pinjaman atau pembiayaan untuk si pembeli rumah, dengan skema pembiayaan hingga persentase tertentu sesuai dengan harga properti atau rumah yang dipilih.

Di Indonesia sendiri, kredit pemilikan rumah ini umumnya masih disediakan oleh perbankan. Namun ada pula beberapa perusahaan leasing yang turut menyalurkan pembiayaan ini.

Untuk pembiayaan dari perbankan, biasanya bank bank tersebut akan melihat histori kredit yang anda lakukan sebelum memutuskan untuk menyetujui pengajuan KPR.

Sehingga bila sebelumnya anda pernah melakukan kredit dengan catatan pelunasan cicilan yang baik, maka peluang mendapatkan pinjaman KPR juga akan lebih mudah.

Jenis-jenis KPR

Setelah mengetahui pengertian KPR, anda tentu wajib mengetahui jenis jenisnya sebelum melakukan pengajuan. Jenis jenis dari kredit pemilikan rumah ini bisa sangat beragam, mulai dari KPR subsidi, KPR non subsidi, KPR syariah, KPR refinancing, KPR angsuran berjenjang, KPR take over, KPR pembelian, dan KPR duo.

Untuk jenis subsidi, merupakan bantuan dari pemerintah yang diberikan pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Sehingga bak pelaksana baik itu secara konvensional maupun syariah, akan memberikan kemudahan berupa dana murah jangka panjang. Bahkan uang muka yang perlu dibayar kurang dari 1% saja.

Sebaliknya, jenis nonsubsidi tidak memperoleh bantuan dari pemerintah sehingga kebijakannya diatur sendiri oleh pihak bank.

Dan untuk KPR syariah sebenarnya tidak jauh berbeda dari nonsubsidi, hanya saja sistemnya mengacu pada kaidah Islam.

Biasanya produk jenis ini disalurkan oleh bank syariah, yang tidak menerapkan sistem suku bunga.

Pengertian KPR selanjutnya yaitu jenis refinancing, sebenarnya cukup berbeda dari lainnya. Jenis satu ini cocok bagi anda yang kesulitan melunasi hutang KPR yang tengah berjalan.

Jadi di sini anda bisa memindahkan sisa cicilan dari KPR pada bank lama ke bank baru, sehingga bank yang baru ini akan membantu anda membantu melunasi cicilan sebelumnya.

Opsi lainnya yang dapat dipilih untuk membantu meringankan angsuran yaitu KPR angsuran berjenjang.

Karena produk ini akan memungkinkan anda untuk menunda pembayaran sebagian dari angsuran pokok, hingga masuk tahun ketiga pada masa pinjaman.

Dan untuk anda yang ingin mengubah suku bunga, maka bisa memilih KPR take over.

Di samping itu KPR duo dan KPR pembelian juga bisa menjadi alternatif bagi anda yang ingin hunian baru.

Pada KPR pembelian, rumah baru yang anda beli merupakan jaminannya sehingga sebaiknya lebih berhati hati ketika memilih produk ini.

Sedangkan KPR duo lebih jarang ditawarkan, dimana produk ini biasanya digunakan untuk membeli ruko maupun apartemen.

Manfaat dan Syarat Pengajuan KPR

Setelah masing masing jenis pengertian KPR dipahami, tentu anda merasa ingin segera melakukan pengajuan dari sekarang agar secepatnya dapat memiliki rumah sendiri.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa manfaat dari kredit pemilikan rumah ini memang cukup banyak. Seperti investasi jangka panjang, uang muka tidak terlalu besar, dan pastinya dilakukan secara legal.

Untuk itu, sebaiknya anda mulai mempersiapkannya dari sekarang karena ada beberapa syarat pengajuan KPR.

Syarat yang harus dipenuhi (belum/sudah menikah) yaitu nasabah merupakan WNI, memiliki penghasilan tetap dengan minimal 2 tahun pengalaman kerja, jika wiraswasta maka minimal pengalaman usaha 3 tahun, berusia min. 21 dan maks. 45 tahun.

Beberapa syarat yang disebutkan merupakan syarat umum, bukan termasuk syarat khususnya. Karena syaratnya bisa berbeda untuk pengajuan wilayah satu dengan wilayah lainnya, mengingat masing masing pendapatan antar wilayah memiliki UMK berbeda.

Belum lagi tiap bank punya ketentuan sendiri, sehingga anda wajib untuk memastikannya terlebih dahulu.

Pada akhirnya, mengenali prinisp dasar KPR akan berguna juga bila Anda sedang berencana mengembangkan propertif produktif – misalnya menjadikan rumah sebagai kos-kosan – dan menjadikannya lahan basah untuk menerima penghasilan pasif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *