Tiga Produk Bisnis Ekspor Ini tetap Menjanjikan di 2021

  • by
inspirasi bisnis ekspor

King 789 – Serangan pandemi corona di tahun 2020 memang membuat banyak komoditas pasar gonjang ganjing. Apalagi kalau diperhatikan banyak sekali pebisnis yang gulung tikar karena penurunan transaksi.

Walau begitu ada berita menggembirakan, karena ternyata masih ada produk bisnis yang justru menjanjikan geliat di masa pandemi.

Produk bisnis ekspor menjanjikan di tengah pandemi

Peluang ekspor produk dari Indonesia terlihat pada beberapa bidang bisnis seperti berikut:

Produk bisnis ekspor olahan pangan

Menurut beberapa sumber seperti bisnis.com, ternyata sektor bisnis pangan justru tetap menjanjikan selama masa pandemi.

Alasannya karena potensi sumber daya alam Indonesia sendiri didominasi pasokan produk pangan. Beberapa contoh produk olahan seperti coklat, udang, kakao dan kopi, misalnya, termasuk masih cukup menjanjikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia bahkan mencatat kenaikan nilai ekspor komoditas olahan pangan seperti yang disebut diatas.

Selain itu kita juga bisa menyebut produk pertanian sebagai komoditas ekspor yang tetap menjanjikan di tengah pandemi.

Sampai Oktober 2020, sektor pertanian tumbuh hingga 2,9 % terhadap PDB. Mengutip Kontan.co.id, beberapa jenis komoditas seperti sarang burung walet, pisang, nanas, dan buah naga justru menjadi komoditas ekspor yang lebih unggul ketimbang komoditas lain.

Produk alat kesehatan

Karena kondisi pandemi yang tidak hanya terjadi di Indonesia, maka demand pasokan alat kesehatan juga bisa dikatakan merata.

Menariknya, Indonesia sendiri ternyata menjadi kandidat besar dalam ekspor produk alat kesehatan selama pandemi.

Bahkan ada setidaknya 35 jenis barang dari 49 post tarif yang sudah masuk dalam peraturan menteri keuangan. 

Kalau kamu tahu, sebenarnya barang kesehatan yang diekspor juga termasuk penting. Contohnya masker bedah, baju bedah, baju pelindung, sarung tangan sampai rapid test.

Masih ada banyak lagi produk yang justru punya high demand di pasar internasional. Nah kesempatan ini akhirnya dilirik oleh pebisnis lokal yang memilih ekspor barang karena warga lokal kurang berminat.

Produk obat-obatan 

Kalau produk yang satu ini justru lebih dikenal dari tingginya angka impor. Apalagi melihat kalau sebagian besar bahan baku obat obatan Indonesia masih diimpor dari luar negeri.

Bukan menyedihkan, tapi kondisi ini menunjukkan kalau negeri merah putih masih belum siap produksi obat lokal. terlebih, tingginya rasio impor melesat jauh begitu pandemi covid 19 menyerang. 

Angka impor tersebut mencakup 95 persen bahan baku obat yang dipakai untuk produksi obat dalam negeri. Bisa dikatakan hal tersebut dianggap miris.

Tapi juga tidak bisa dihindarkan lagi. Menurut suatu portal berita, peningkatan angka impor ini masih dianggap positif meski Indonesia sempat krisis obat di masa pandemi. 

Asal kamu tahu, angka kumulatif kinerja impor di Indonesia selama 2020 mencapai USD 127,13 miliar. Sudah jelas sekali kalau hal itu bisa menjadi bumerang untuk angka devisa negara.

Untungnya, ada keputusan kemudahan bea cukai di tengah wabah covid 19. Jadi bisnis ekpor impor di sektor obat obatan tidak terlalu terpuruk atau krisis.  

Bisa dikatakan bahwa masa pandemi menjadi masa keterpurukan bagi banyak sektor bisnis. Terutama untuk bisnis negeri yang sangat bergantung dengan komoditas ekspor impor.

Untungnya, kamu bisa mengambil kesempatan pandemi ini untuk membuka bisnis di sektor produk pangan, alat kesehatan, dan obat obatan.

Jadi siapa bilang efek pandemi meluas ke seluruh sektor perdagangan dan ekonomi. Beberapa sektor yang potensial justru mengalami peningkatan nilai. Dan dengan demikian bisa jadi inspirasi bisnis ekspor yang dipertimbangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *